Apakah Boleh Menahan Sperma yang Akan Keluar Saat Berhubungan Intim?

ILUSTRASI

Beberapa pria menahan sperma yang akan keluar agar durasi bercinta dapat berlangsung lebih lama. Lantas, apakah boleh menahan sperma yang akan keluar saat berhubungan intim?

Menahan sperma yang akan keluar sebetulnya bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi ejakulasi dini serta meningkatkan kekuatan otot.

Akan tetapi, menahan sperma keluar atau menunda ejakulasi bisa menyebabkan penumpukan darah sementara di testis.

Untuk mengetahui lebih lanjut apakah boleh menahan sperma yang akan keluar, simak penjelasan berikut.

Apakah boleh menahan sperma yang akan keluar?

Belum ada bukti ilmiah terkait boleh atau tidak menahan sperma yang akan keluar saat berhubungan intim, maupun masturbasi.

Menurut penelitian, air mani dan sperma yang tidak langsung dikeluarkan akan keluar dengan sendirinya melalui urine.

Namun, Anda perlu tahu bahwa menahan sperma dapat memberi efek positif dan negatif pada pria.

  • Efek negatif menahan sperma yang akan keluar

Menunda atau menahan air mani dan sperma yang akan keluar bisa menyebabkan hipertensi epididimis atau blue balls

Hipertensi epididimis menyebabkan pria merasakan rangsangan atau bisa melakukan aktivitas seksual, namun tidak mengalami orgasme atau ejakulasi. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah sementara di testis.

Peningkatan tekanan darah di organ vital bisa menyebabkan perasaan tidak nyaman, seperti rasa sakit dan sensasi mengganggu.

Meski memicu rasa sakit, kondisi tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan bisa mereda dengan sendirinya.

Efek menahan sperma juga bisa menyebabkan ejakulasi retrogade. Pada kondisi ini, air mani dan sperma tidak dikeluarkan melalui penis, melainkan masuk ke dalam kandung kemih.

Ejakulasi retrogade lama-kelamaan bisa mengakibatkan gangguan kesuburan atau infertilitas pada pria.

Dengan menyimak penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menahan sperma yang akan keluar mungkin boleh dilakukan karena bisa membantu mengatasi dan mencegah ejakulasi dini.

Namun menunda sperma keluar bisa mengakibatkan efek negatif pada organ vital yaitu memicu risiko hipertensi epididimis dan ejakulasi retrogade.

Jadi, untuk memastikan keamanannya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi.