Berita  

Polisi Pulangkan Ahmad, Tidak Ditemukan Bukti Penimbunan Pupuk Subsidi di Situbondo

SITUBONDO – Polres Situbondo telah memulangkan Ahmad, seorang warga Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo setelah ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penimbunan pupuk subsidi. Setelah pemeriksaan, tidak ditemukan bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa Ahmad melakukan penimbunan pupuk subsidi, seperti yang dilaporkan oleh masyarakat pada tanggal 22 Januari 2024.

Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim AKP Momon Suwito Pratomo, S.H., M.H. menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan informasi dari masyarakat terkait dugaan penimbunan pupuk subsidi. Sebagai respons, tim penyidik Satreskrim langsung melakukan tindak lanjut dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang dikabarkan menjadi tempat penimbunan pupuk subsidi tersebut, yakni di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Dari hasil pemeriksaan gudang yang dimaksud, tim penyidik menemukan 15 karung pupuk dengan berat masing-masing 50 kilogram. Namun, pemilik pupuk tersebut terbukti adalah Faris dan Roy, yang telah membeli pupuk tersebut dari salah satu kios yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Jadi pupuk yang diduga ditimbun tersebut adalah milik keluarganya, dan pemilik pupuk tersebut sudah terdaftar dalam RDKK sehingga dapat membeli pupuk di kios yang telah ditunjuk,” terang AKP Momon, pada Kamis (25/1).

AKP Momon Suwito Pratomo menegaskan bahwa Ahmad, yang merupakan anggota Kelompok Tani, dilaporkan melakukan penimbunan pupuk subsidi, masih dalam proses penyelidikan dengan pemanggilan saksi serta pemilik kios. Saat ini, belum ada bukti yang kuat terkait dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan pupuk subsidi yang dilakukan oleh Ahmad, sehingga ia dipulangkan oleh penyidik. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan dalam kasus ini.

“Jadi, kasus dugaan penimbunan pupuk ini masih dalam tahap penyelidikan, sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat. Karena dalam prosesnya, kita belum menemukan bukti adanya pelanggaran hukum, maka saudara Ahmad dipulangkan,” tutupnya. (*)