PortalSitubondo.com Besuki, 9 Maret 2026 – Dampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo masih menyisakan pekerjaan berat bagi masyarakat yang terdampak. Di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, warga hingga kini masih berjuang membersihkan sisa lumpur dan material banjir yang menutup sejumlah akses jalan desa.
Semangat gotong royong tampak begitu kuat di tengah masyarakat. Pada Senin malam, 9 Maret 2026 sekitar pukul 23.15 WIB, kegiatan kerja bakti masih berlangsung di beberapa titik desa. Warga bersama relawan terlihat bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutup badan jalan, terutama di sekitar Jalan Joko Tole yang menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, relawan dari Pasukan Sholawat Nariyah turut ambil bagian membantu warga. Mereka tampak berada di barisan depan bersama masyarakat, mengerahkan tenaga untuk menyingkirkan lumpur yang menghambat akses jalan agar mobilitas warga dapat kembali normal secepat mungkin.
Kegiatan kerja bakti ini juga dipimpin langsung oleh Kepala Desa Besuki, Husamah Bahres. Ia terlihat turun langsung ke lapangan bersama warganya, memantau sekaligus ikut membersihkan sisa material banjir yang masih menumpuk di sepanjang jalan desa.
Kehadiran Husamah di tengah-tengah warga menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat yang sedang berupaya memulihkan kondisi desa pasca bencana. Ia tidak hanya mengoordinasikan kegiatan kerja bakti, tetapi juga ikut merasakan langsung beratnya pekerjaan membersihkan lumpur yang tebal menutup akses jalan.
Musibah yang terjadi di bulan suci Ramadhan ini tidak mengurangi semangat kebersamaan masyarakat Desa Besuki. Di sela-sela kegiatan kerja bakti yang berlangsung hingga larut malam, Husamah juga terlihat membagikan nasi kotak kepada warga dan relawan sebagai bekal makan sahur bagi mereka yang masih bekerja membersihkan jalan desa.
“Kami fokuskan pembersihan sementara di sekitar Jalan Joko Tole terlebih dahulu agar bisa selesai secara bertahap,” ujar Husamah Bahres saat ditemui di sela kegiatan.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa beristirahat dengan tenang selama warganya masih menghadapi dampak dari bencana tersebut.
“Bagaimana saya bisa tidur nyenyak, sementara warga saya masih dalam kondisi seperti ini,” tuturnya.
Hingga kini, upaya pembersihan lumpur dan pemulihan akses jalan di Desa Besuki masih terus dilakukan secara bertahap oleh warga bersama para relawan. Kebersamaan antara masyarakat, relawan Pasukan Sholawat Nariyah, serta pemerintah desa menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas sosial dalam menghadapi musibah banjir bandang yang terjadi di bulan suci Ramadhan.

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, warga berharap proses pemulihan desa dapat segera selesai sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti sediakala.
(Red/Tim-Biro Siti Jenar Group Multimedia)













