Kekerasan Berantai di Besuki Situbondo, Konflik Rumah Tangga Berujung Banyak Korban Luka parah

Portalsitubondo.com Besuki, Situbondo – Jawa Timur — Suasana aman warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, mendadak berubah mencekam menyusul rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi pada Minggu dini hari, 1 Februari 2026. Insiden yang dipicu persoalan rumah tangga ini tidak hanya menelan korban dari internal keluarga, tetapi juga meluas hingga melukai sejumlah warga dan menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi permukiman.

Teror Berdarah Semalam di Besuki Situbondo, Suami Bacok Istri dan Lukai Warga

Kejadian bermula di rumah pasangan suami istri Taufik (25) dan Suci (23) yang berlokasi di Dusun Gudang Arang, Desa Besuki. Berdasarkan keterangan warga sekitar, terjadi pertengkaran hebat di dalam rumah yang kemudian berujung pada tindak kekerasan. Suci ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius di dalam kamar, sementara Taufik juga terlihat mengalami luka dan keluar dari rumah dalam keadaan tidak stabil.

Usai kejadian di rumah, Taufik diduga meninggalkan lokasi dan bergerak ke sejumlah titik di wilayah Besuki. Dalam pergerakannya, ia dilaporkan membuat keributan di tempat umum, di antaranya sebuah Toko Madura serta lokasi permainan PlayStation di wilayah selatan. Aksi tersebut memicu kepanikan warga karena berlangsung secara beruntun dan berpindah tempat.

Saat bergerak menuju jalur Besuki–Langkap, Taufik diduga memaksa meminjam sepeda motor milik seorang warga bernama Ifud. Mengetahui identitas dan alamat Taufik, Ifud kemudian berinisiatif mendatangi rumah terduga pelaku. Namun, niat tersebut justru berujung pada tindak penganiayaan yang menyebabkan Ifud mengalami luka berat pada bagian lengan dan kepala, sehingga harus segera mendapatkan perawatan medis.

Rangkaian kekerasan tidak berhenti sampai di situ. Taufik diduga menyampaikan informasi yang keliru kepada ayahnya, Sam (50), dengan mengatakan bahwa dirinya terlibat perkelahian dengan pihak lain. Tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya, Sam bereaksi emosional dan mendatangi rumah seorang warga bernama Nunung di Desa Langkap. Di lokasi tersebut, terjadi penganiayaan serta perusakan rumah yang mengakibatkan istri dan anak Nunung turut menjadi korban luka.

Baca juga
PTPN dan Warga Ijen Sepakat Berdamai, Forkopimda Bondowoso Tegaskan Titik Terang Konflik Lahan yang Berlarut Puluhan Tahun

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kejadian kekerasan berlangsung di beberapa titik, mulai dari Jalan Madura Dusun Pecinan (Gudang Arang) RT III RW III hingga Dusun Rawan, Desa/Kecamatan Besuki. Selain menganiaya istrinya, Taufik diduga melakukan penganiayaan terhadap sejumlah warga dan merusak rumah-rumah tetangga. Bahkan, salah satu korban diketahui masih berusia sekitar tujuh tahun, sementara ibunya juga mengalami luka di bagian tangan dan wajah.

Warga setempat menyebutkan bahwa total korban dalam rangkaian kejadian tersebut mencapai puluhan orang, dengan tingkat luka yang bervariasi. Korban dengan kondisi paling serius adalah Suci, yang diketahui tengah mengandung dua bulan, serta Ifud. Suci dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember dan dilaporkan dalam kondisi kritis, sementara Ifud menjalani perawatan intensif di RSUD Besuki.

Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian dari Polsek Besuki bersama Tim Buser Wilayah Barat (Wilbar) dan personel Satreskrim Polres Situbondo segera turun tangan. Dalam waktu relatif singkat, petugas berhasil mengamankan Taufik yang sempat bersembunyi di rumah salah seorang warga untuk menghindari kejaran polisi dan kemarahan massa. Proses penangkapan sempat diwarnai ketegangan karena sebagian warga berusaha melakukan tindakan main hakim sendiri, bahkan seorang anggota tim opsnal dilaporkan mengalami pukulan dari massa.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku utama beserta sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan dalam rangkaian kekerasan tersebut. “Selain Taufik, Sam (50) juga telah menyerahkan diri ke Mapolres Situbondo karena diduga turut terlibat dalam aksi penganiayaan,” ungkapnya.

AKP Agung menambahkan bahwa kedua terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Situbondo. Untuk kepentingan penyidikan dan pendalaman kasus, ayah dan anak tersebut telah ditempatkan di ruang tahanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga
Sidang Kasus Pencurian Burung Cendet di TN Baluran, Kuasa Hukum Nilai Jaksa Tak Mampu Buktikan Unsur Pidana

Sementara itu, warga yang menyaksikan kejadian mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu awal konflik tersebut. Namun, mereka melihat kondisi para korban sudah sangat memprihatinkan ketika peristiwa terjadi. Hingga kini, kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna mengungkap motif serta rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Keterangan Fhoto: Wajah pelaku dan Istrinya yang turut jadi korban dalam peristiwa semalam.

Sampai berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara di sejumlah lokasi dan pendalaman kasus. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum terkonfirmasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum.

(Red/Tim – Biro Siti Jenar Group Besuki, Situbondo, Jatim)

error: Content is protected !!