Industri Kalsium Karbonat Bergairah, TBA Siapkan Kebutuhan 9 Pabrik di Jatim Dengan Harga Kompetitif

SURABAYA, Portalsitubomdo.com — Potensi tambang kapur uruk di Jawa Timur dan Jawa Tengah kian menunjukkan peran strategisnya dalam menopang industri nasional, khususnya sektor kalsium karbonat. Melalui anak usahanya, PT Tirto Boyo Agung (TBA), Bandar Indonesia Grup (BIG) menyatakan kesiapan memasok kebutuhan bahan baku bagi sembilan pabrik besar kalsium karbonat yang beroperasi di Jawa Timur dengan harga yang kompetitif.

Bandar Indonesia Grup (BIG) merupakan induk perusahaan yang membawahi ratusan anak usaha dan mengelola sedikitnya 275 blok tambang kapur uruk, yang terdiri dari kapur industri, dolomit, serta kapur kalsium karbonat. Tambang-tambang tersebut tersebar di 8 kabupaten dan 2 provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Owner sekaligus Founder BIG, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, mengungkapkan bahwa di Jawa Timur, BIG memiliki blok tambang kapur uruk di Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Sementara di Jawa Tengah, tambang BIG berada di Kabupaten Rembang.

“Tambang kapur uruk yang dikelola BIG tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan total delapan kabupaten. Ini merupakan potensi besar dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi,” ujar pengusaha nasional asal Situbondo yang akrab disapa Gus Lilur, Jumat (23/1/2026).

Menurut Gus Lilur, Jawa Timur saat ini menjadi salah satu pusat industri kalsium karbonat nasional. Tercatat, terdapat sembilan perusahaan besar yang memproduksi kalsium karbonat dengan kebutuhan bahan baku yang sangat besar, yakni berkisar antara 2 juta hingga 10 juta ton per tahun untuk setiap perusahaan.

Salah satu produsen besar tersebut adalah Omya Indonesia, perusahaan multinasional yang dimiliki investor asal Swiss dan Jerman, dengan kantor pusat di Swiss. Di Indonesia, Omya mengoperasikan tiga pabrik kalsium karbonat, dua di Jawa Timur dan satu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Baca juga
Bentrok Warga vs PTPN XII di Ijen, 3 TNI Disandera Massa dan Rumah serta mobil Dibakar

“Menariknya, di wilayah tempat Omya beroperasi itu, BIG sudah memiliki tambang kapur uruk. Artinya, dari sisi jarak dan distribusi, sangat strategis,” kata Gus Lilur.

Secara keseluruhan, sembilan perusahaan kalsium karbonat di Jawa Timur membutuhkan suplai bahan baku hingga 50 juta ton per tahun. Dengan harga terendah kalsium karbonat spesifikasi 95 persen sebesar Rp 220.000 per ton, nilai ekonomi dari kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai Rp 11 triliun per tahun.

<“Angka ini menunjukkan betapa besarnya peluang ekonomi dari sektor kapur kalsium karbonat. Nilainya sangat fantastis,” ujar Gus Lilur.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BIG mengandalkan PT Tirto Boyo Agung (TBA), salah satu anak perusahaan yang telah mengantongi legalitas lengkap, termasuk Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) yang terbit pada 25 Februari 2025 dengan masa berlaku lima tahun. TBA beroperasi di Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan luas wilayah tambang mencapai 40,48 hektare.

Dari sisi kualitas, kapur kalsium karbonat TBA disebut memiliki spesifikasi unggul. Berdasarkan hasil uji laboratorium Sucofindo, kadar Calcium Carbonate (CaCO₃) mencapai 95,26 persen di lokasi depan dan bahkan 99,46 persen di lokasi tengah hingga belakang tambang. Kandungan pengotor seperti silikon, magnesium, aluminium, dan besi tercatat sangat rendah.

“Spesifikasi kalsium karbonat TBA ini bisa dibilang spesifikasi tertinggi. Saya menyebutnya spesifikasi ‘dewa’,” ujar Gus Lilur.

Ia menambahkan, berdasarkan pengakuan tim geologis Omya Indonesia, spesifikasi kalsium karbonat dengan kadar 98 persen ke atas masih sangat jarang ditemui di Indonesia. Selama ini, mayoritas suplai yang tersedia hanya berada di kisaran 95 persen hingga di bawah 98 persen.

“Dengan kualitas terbaik yang dimiliki TBA, kami siap menawarkan suplai ke sembilan pabrik kalsium karbonat di Jawa Timur dengan harga yang lebih baik dan kompetitif,” pungkas Gus Lilur.

Baca juga
Respons Cepat dan Humanis Satpol PP Situbondo dalam Penanganan ODGJ di Desa Kedunglo

error: Content is protected !!