SITUBONDO – Seorang pria mengamuk di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Elizabeth Situbondo pada Senin (22/12/2025) dini hari. Aksi tersebut dipicu kekecewaan karena saudaranya yang dalam kondisi kritis tak kunjung dirujuk ke rumah sakit lain dengan alasan tidak adanya sopir ambulans.
Pria tersebut diketahui bernama Budi Santoso, SH, MH, warga Kecamatan Asembagus, Situbondo. Ia mengamuk sekitar pukul 01.30 WIB kepada dokter jaga dan petugas IGD lantaran saudaranya yang sejak pukul 22.00 WIB, hingga Minggu (21/12/2025 terbaring lemah dan tidak sadarkan diri belum juga mendapatkan rujukan medis.
Budi menjelaskan, saudaranya sudah tidak sadarkan diri sejak dari rumah dan memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Setelah dibawa ke RS Elizabeth Situbondo, dokter jaga IGD menyarankan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit di Jember karena keterbatasan peralatan medis di RS Elizabeth.
Namun, rujukan tersebut tak kunjung dilakukan hingga dini hari. Pihak rumah sakit disebut menyampaikan alasan tidak adanya sopir ambulans yang tersedia.
“Saudara saya sudah kritis. Kami khawatir terjadi pecah pembuluh darah di kepala. Ini penanganannya malah lambat dan tidak segera dirujuk,” ujar Budi dengan nada kecewa.
Ia juga menyesalkan pelayanan rumah sakit yang merupakan milik BUMN tersebut. “Bagaimana mungkin rumah sakit sebesar ini pelayanannya seperti ini. Ini yang sangat kami sesalkan,” lanjutnya.
Tak lama setelah Budi meluapkan emosinya di ruang IGD, pihak rumah sakit akhirnya merujuk pasien ke rumah sakit di Jember untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Elizabeth Situbondo belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut maupun alasan keterlambatan rujukan pasien.





