Portalsitubondo.com Besuki, Situbondo – Jawa Timur | Senin, 2 Februari 2026: Kepolisian Resor (Polres) Situbondo melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh di sejumlah titik wilayah Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, menyusul terjadinya rangkaian peristiwa kekerasan berdarah yang melibatkan dua orang terduga pelaku, yakni ayah dan anak asal Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Sam (50) dan Taufik alias Bebun (25).

Olah TKP dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Unit Inafis serta penyidik dan penyidik pembantu Satreskrim Polres Situbondo. Kegiatan tersebut berlangsung sejak siang hingga malam hari pada Senin, 2 Februari 2026, sebagai tindak lanjut dari peristiwa kekerasan yang terjadi secara beruntun sejak Minggu dini hari, 1 Februari 2026.
Pemeriksaan TKP diawali di Dusun Pecinan, Desa/Kecamatan Besuki, yang merupakan lokasi awal terjadinya insiden. Dari lokasi tersebut, tim bergerak ke sebuah warung Madura yang berada tidak jauh dari titik pertama, yang diduga turut menjadi bagian dari rangkaian aksi terduga pelaku. Selanjutnya, tim melakukan pemeriksaan di sebuah tempat usaha permainan PlayStation di Dusun Pecinan, Desa Besuki, yang juga dilaporkan menjadi lokasi terjadinya keributan.
Berdasarkan temuan awal di lapangan, lokasi-lokasi tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan pergerakan dan aksi mengamuk yang dilakukan oleh Taufik. Setelah itu, tim melanjutkan olah TKP ke Jalan Gunung Kawi, Desa Besuki, tepatnya di salah satu warung kopi. Di lokasi ini, terduga pelaku diduga meminjam sepeda motor secara paksa milik seorang warga, yang kemudian digunakan untuk berpindah tempat dalam rangkaian peristiwa selanjutnya.
Penyelidikan kemudian berlanjut ke Dusun Krajan, Desa Langkap, Kecamatan Besuki. Di salah satu rumah warga, petugas menemukan adanya kerusakan bangunan serta dugaan penganiayaan terhadap satu keluarga. Lokasi ini diduga berkaitan dengan keterlibatan Sam, ayah dari terduga pelaku utama, yang disebut ikut terlibat dalam aksi kekerasan setelah menerima informasi yang tidak utuh dari anaknya.
Sebagai titik terakhir, tim mendatangi rumah tempat penangkapan Taufik alias Bebun yang juga berada di Dusun Krajan, Desa Langkap. Penangkapan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat aparat kepolisian untuk mengamankan pelaku serta mencegah meluasnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Besuki dan sekitarnya.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa rangkaian olah TKP ini bertujuan untuk melengkapi data penyelidikan, menguatkan alat bukti, serta menyusun konstruksi perkara secara utuh. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif serta peran masing-masing terduga pelaku dalam peristiwa kekerasan tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Tim Investigasi Awak Media SITI JENAR GROUP MULTIMEDIA, rangkaian kekerasan tersebut merupakan insiden berdarah yang terjadi dalam satu malam dan melibatkan banyak korban. Peristiwa bermula dari cekcok rumah tangga antara Taufik (25) dan istrinya, Suci (23), di rumah mereka yang berada di Dusun Gudang Arang, Desa Besuki.
Warga sekitar menuturkan bahwa Suci ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius di dalam kamar rumahnya, sementara Taufik juga terlihat dalam keadaan terluka. Setelah kejadian tersebut, Taufik diduga meninggalkan rumah dan kembali membuat keributan di sejumlah lokasi lain di wilayah Besuki.
Dalam pergerakannya, Taufik dilaporkan mengamuk di sebuah toko Madura dan tempat permainan PlayStation. Saat menuju ke arah Besuki–Langkap, ia diduga memaksa meminjam sepeda motor milik seorang warga bernama Ifud. Mengetahui alamat Taufik, Ifud kemudian mendatangi rumah terduga pelaku. Namun, upaya tersebut justru berujung pada penganiayaan yang menyebabkan Ifud mengalami luka serius di bagian lengan dan kepala.
Situasi semakin berkembang ketika Taufik diduga menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta kepada ayahnya, Sam (50), seolah-olah dirinya menjadi korban pengeroyokan. Tanpa mengetahui kejadian sebenarnya, Sam kemudian mendatangi rumah seorang warga bernama Nunung di Desa Langkap. Di lokasi tersebut, terjadi penganiayaan dan perusakan rumah yang mengakibatkan istri dan anak Nunung mengalami luka-luka.
Data yang dihimpun menyebutkan bahwa kekerasan terjadi di beberapa lokasi berbeda, mulai dari Jalan Madura Dusun Pecinan (Gudang Arang) hingga wilayah Dusun Rawan, Desa/Kecamatan Besuki. Sejumlah warga menjadi korban, termasuk perempuan dan anak-anak. Salah satu korban diketahui masih berusia sekitar tujuh tahun.
Jumlah korban dalam peristiwa tersebut dilaporkan mencapai puluhan orang dengan tingkat luka yang bervariasi. Korban dengan kondisi paling serius adalah Suci, yang diketahui tengah hamil dua bulan, serta Ifud. Keduanya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit berbeda, yakni RSUD dr. Soebandi Jember dan RSUD Besuki.
Aparat kepolisian dari Polsek Besuki, Tim Buser Wilayah Barat, serta Satreskrim Polres Situbondo bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Taufik berhasil diamankan meskipun situasi sempat memanas akibat upaya sebagian warga melakukan aksi main hakim sendiri. Dalam proses pengamanan tersebut, seorang anggota tim opsnal dilaporkan sempat terkena pukulan massa.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan, termasuk senjata tajam. Ia juga mengonfirmasi bahwa Sam (50) telah menyerahkan diri ke Mapolres Situbondo dan kini turut menjalani pemeriksaan intensif.

Hingga berita ini diturunkan, kedua terduga pelaku masih ditahan dan menjalani proses hukum. Kepolisian terus melakukan pendalaman kasus, melengkapi olah TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
(Red/Tim – Biro Siti Jenar Group, Besuki, Situbondo, Jawa Timur)













