Bersiap Cari Nafkah, Dua Nelayan Situbondo Meninggal Tersambar Petir

Anggota Koramil dan Polsek Panarukan takziah ke rumah nelayan tersambar petir

SITUBONDO, Portalsitubondo.com — Dua nelayan muda di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tersambar petir saat bersiap melaut di Pantai Brige’en, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Jumat (6/2/2026) malam.

Korban berinisial MLA  (23) dan AW (48) warga Dusun Dhaja Gudang, Desa Peleyan. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 19.15 WIB, tak lama setelah korban bersama sejumlah anak buah kapal (ABK) selesai menunaikan salat Isya dan bersiap berangkat melaut.

Menurut keterangan saksi, korban saat itu berada di atas perahu bersama dua rekannya untuk memperbaiki mesin kapal KM Mutiara yang mendadak tidak bisa dihidupkan. Kondisi cuaca ketika itu tengah memburuk, dengan hujan disertai angin kencang.

“Mesin kapal tiba-tiba bermasalah. Dua korban bersama pemilik kapal dan satu ABK lain mencoba memperbaiki mesin, sementara yang lain menunggu di luar,” ujar Santoso, salah satu saksi di lokasi kejadian.

Tak berselang lama, hujan deras disertai petir menyambar area perahu. Dentuman keras terdengar dan petir tersebut mengenai tiga orang yang berada di atas kapal. MLA dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara korban meninggal lainnya AW terpental ke laut, sedangkan korban lainnya mengalami luka dan trauma.

Santoso dilaporkan mengalami trauma akibat sambaran petir yang juga merusak alat penerangan di kepalanya. Sementara pemilik kapal, Wafed, mengalami luka bakar di kedua tangan dan hingga kini masih mengalami trauma berat.

Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Panarukan menggunakan mobil warga untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, petugas kesehatan menyatakan korban telah meninggal dunia, diduga saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Kapolsek Panarukan AKP Harsono mengatakan pihak kepolisian bersama unsur TNI dan perangkat desa telah mendatangi lokasi kejadian serta rumah duka untuk memastikan kronologi dan penyebab kematian korban.

Baca juga
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, melakukan inspeksi lapangan ke Pabrik Gula (PG) Asembagus, Situbondo Sore Ini

“Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, Dua korban meninggal dunia akibat tersambar petir. Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar AKP Harsono.

Diketahui, korban merupakan anak tunggal. Ibunya telah meninggal dunia, sementara sang ayah tinggal di wilayah Kecamatan Suboh. Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan pada Sabtu (7/2/2026) pagi di pemakaman setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, khususnya saat hendak melaut pada musim hujan yang disertai petir.

error: Content is protected !!